Tercemarkah Sumur Anda ?

Kadangkala kita merasa heran, mengapa dua daerah yang Air Tanahberdekatan dengan sampah, yang satu sumurnya  tercemar sedangkan yang lainnya tidak. Padahal kedua-duanya berpotensi tercemar lindi (air kotor yang berasal dari sampah). Pada pembahasan yang lalu telah penulis bahas tentang sumur yang berdekatan dengan sungai dengan judul Mitos Sumur Akan Tercemar Bila Dekat Dengan Sungai. Kali ini penulis membahas tentang faktor-faktor penyebab tercemar tidaknya sumur yang berdekatan dengan tumpukan sampah.

Berdasarkan gambar di atas, maka dapatlah kita simpulkan bahwa, tercemar atau tidaknya sumur anda dengan air lindi, sangat tergantung dari beberapa hal :

  • Ketebalan atau kedalaman zona aerasi (zone of aeration) dari sumur kita. Semakin dalam atau tebal zona aerasinya, maka semakin kecil potensi terjadinya pencemaran terhadap sumur kita. Kalupun terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh lindi tersebut, maka proses kontaminasinya memerlukan waktu yang relatif lama. Cara mengetahui ketebalan atau kedalaman zona aerasi dari sumur kita adalah dengan cara mengukur yang dimulai dari water table hingga permukaan tanah (tempat kita berpijak).
  • Permeabilitas tanah. Permeabilitas ini adalah  kemampuan batuan atau tanah untuk melewatkan cairan, terutama air,  minyak dan gas. Apabila nilai permeabilitasnya besar, maka potensi semakin tercemarnya dengan lindi akan semakin besar, begitu sebaliknya. Permeablitas ini sangat tergantung dari jenis tanah. Tanah yang mempunya grain size nya besar, akan mempunyai permeabilitas yang besar pula, sehingga jenis tanah ini akan sangat mudah meluluskan air ke bawah. Contohnya tanah-tanah yang banyak kandungan pasirnya mempunyai permabilitas yang besar.
  • Tekstur tanah. Tekstur tanah adalah pembagian ukuran butir tanah. Butir-butir yang paling kecil adalah butir liat, diikuti oleh butir debu (silt), pasir, dan kerikil. Selain itu, ada juga tanah yang terdiri dari batu-batu.  Tekstur tanah dikatakan baik apabila komposisi antara pasir, debu dan liatnya hampir seimbang. Tanah seperti ini disebut tanah lempung. Semakin halus butir-butir tanah (semakin banyak butir liatnya), maka semakin kuat tanah tersebut memegang air dan unsur hara. Tanah yang kandungan liatnya terlalu tinggi akan sulit diolah, apalagi bila tanah tersebut basah maka akan menjadi lengket. Tanah jenis ini akan sulit melewatkan air sehingga bila tanahnya datar akan cenderung tergenang dan pada tanah berlereng erosinya akan tinggi. Disamping itu  tanah ini mempunyai keuntungan berupa terhambatnya lindi untuk meresap ke dalam tanah, sehingga sumur-sumur akan aman dari kontaminasi lindi. Tanah dengan butir-butir yang terlalu kasar (pasir) tidak dapat menahan air dan unsur hara. Dengan demikian tanaman yang tumbuh pada tanah jenis ini mudah mengalami kekeringan dan kekurangan hara.

Ketiga faktor di atas memberikan kontribusi terhadap tercemar atau tidaknya sumur kita. Berarti jelas sudah mengapa sumur yang berdekatan dengan tumpukan sampah ada yang tercemar dan ada yang belum tercemar tergantung dari ketiga faktor di atas.

Yuni Ananingsih

08303244005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: